Jumat, 08 Maret 2013

Prinsip-Prinsip Penyuluhan Pertanian




PRINSIP-PRINSIP PENYULUHAN PERTANIAN

1. Menurut Valera, et. Al. (1987) prinsip-prinsip penyuluhan pertanian adalah (a) bekerja dengan klien, bukan untuk klien, (b) bekerjasama dan melakukan koordinasi dengan organisasi pembangunan lainnya, (c) pertukaran informasi bersifat dua arah, (d) bekerja dengan kelompok-kelompok sasaran yang berbeda-beda di masyarakat, (e) bekerja melalui apa yang klien ketahui dan miliki, (f) masyarakat harus ikut serta dalam semua aspek kegiatan pendidikan dan penyuluhan.
2. Menurut Dahama dan Batnagar, 1980 prinsip-prinsip penyuluhan itu adalah :
   a.   Minat dan kebutuhan artinya penyuluhan pertanian akan efektif jika selalu mengacu kepada minat dan kebutuhan masyarakat mengenai hal ini harus dikaji secara mendalam apa yang harus menjadi minat dan kebutuhan setiap induvidu maupun segenap masyarakatnya, kebutuhan apa saja yang dapat dipenuhi sesuai dengan ketersediaanya sumberdaya, serta minat dan kebutuhan mana yang perlu mendapat prioritas untuk dipenuhi lebih dahulu.
   b.   Organisasi masyarakat bawah artinya penyuluhan pertanian akan efektif jika mampu melibatkan/membentuk organisasi masyarakat bawah, sejak dari setiap keluarga/kekerabatan.
  c. Keragaman budaya artinya penyuluh pertanian harus memperhatikan adanya keragaman budaya. Perencanaan penyuluhan pertanian harus selalu disesuaikan dengan budaya lokal yang beragam.
  d.   Perubahan budaya artinya setiap kegiatan penyuluhan pertanian mengakibatkan perubahan budaya. Karena itu kegiatan penyuluhan pertanian harus dilaksanakan dengan bijak dan hati-hati agar perubahan yang terjadi tidak menimbulkan kejutan-kejutan budaya. Dengan demikian setiap penyuluh pertanian perlu terlebih dahulu memperhatikan nilai – nilai budaya lokal seperti tabu, kebiasaan-kebiasaan dan lain-lain.
  e.   Kerjasama dan Partisipatif artinya penyuluh pertanian hanya akan efektif jika mampu menggerakkan masyarakat untuk selalu kerjasama dalam melaksanakan program-program/programa penyuluhan pertanian yang telah dirancang.
  f.   Demokrasi dalam penerapan ilmu artinya dalam penyuluhan pertanian harus selalu memberikan kesempatan kepada petani untuk menawarkan setiap ilmu alternatif yang ingin diterapkan. Yang dimaksud dengan demokrasi disini bukan terbatas pada tawar menawar tentang ilmu alternatif saja, tetapi juga dalam penggunaan metode penyuluhan, serta proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh masyarakat sasarannya.
  g.   Belajar sambil bekerja artinya dalam kegiatan penyuluhan pertanian harus diupayakan agar masyarakat dapat belajar sambil bekerja atau belajar dari pengalaman tentang segala sesuatu yang ia kerjakan dengan kata lain penyuluhan pertanian tidah hanya sekedar menyampaikan informasi atau konsep-konsep teoritis tetapi harus memberikan kesmpatan kepada masyarakat sasaran untuk mencoba atau memperoleh pengalaman melalui pelaksanaan kegiatan secara nyata.
  h.   Penggunaan metode yang sesuai artinya penyuluhan pertanian harus dilaksanakan dengan penerapan metode yang selalu disesuaikan dengan kondisi (lingkungan fisik, kemampuan ekonomi dan nilai sosial budaya) sasarannya. Dengan kata lain tidak satupun metode yang diterapkan di semua kondisi sasaran berjalan efektif dan efisien.
  i.     Kepemimpinan artinya penyuluhan pertanian tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang hanya bertujuan untuk kepentingan/kepuasan sendiri, dan harus mampu mengembangkan kepeminpinan. Dalam hal ini penyuluhan pertanian mampu menumbuhkan kepemimpinan petani/pemimpin-pemimpin  lokal atau memanfaatkan pemimpin lokal yang telah ada untuk membantu kegiatan penyuluhan pertanian.
  j.    Spesialisasi yang terlatih artinya penyuluh pertanian harus benar-benar orang yang telah memperoleh latihan khusus tentang segala sesuatu yang sesuai dengan fungsinya sebagai penyuluh.
  k.   Segenap keluarga artinya penyuluh pertanian harus memperhatikan keluarga sebagai suatu kesatuan dari unit social. Dalam hal ini terkandung pengertian-pengertian :
1. Penyuluh pertanian harus mempegaruhi segenap anggota keluarga.
2. Setiap anggota keluarga memiliki peran/pengaruh dalam setiap pengambilan keputusan.
3. Penyuluh pertanian harus mampu mengembangkan pemahaman bersama.
4. Penyuluh pertanian harus juga mengerjakan pengelolaan keuangan keluarga.
5. Penyuluh pertanian mendorong keseimbangan antara kebutuhan dan kebutuhan usahatani.
6. Penyuluh pertanian harus mampu memdidik anggota keluarga yang masih muda.
7. Penyuluh pertanian harus mengembangkan kegiatan-kegiatan keluarga.
8. Memperkokoh kesatuan keluarga baik yang menyangkut masalah social, ekonomi maupun budaya.
9. Mengembangkan pelayanan keluarga terhadap masyarakat.
  l.   Kepuasan artinya penyuluh pertanian harus mampu mewujudkan tercapainya kepuasan. Adanya kepuasan akan sangat menentukan keikutsertaan sasaran pada programa penyuluhan pertanain.
3. Berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Spesifik Lokal (2001) prinsip-prinsip penyuluhan partisipatif adalah :
  a.   Menolong diri sendiri
  b.   Partisipasi
  c.   Kemitrasejajaran/egaliter
  d.   Demokrasi
  e.   Keterbukaan
  f.   Desentralisasi
  g.   Kemandirian/keswadayaan
  h.   Akuntabilitas
  i.      Menemukan sendiri dan spesifik lokasi
  j.    Membangun pengetahuan
  k.   Kerjasama dan koordinasi
            




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar